19.2.13

Puisi "Untuk Ainun"

Rasa cinta dan sayang yang begitu tulus rasanya tidak berubah, saat BJ. Habibie mendatangi makam Ainun Habibie di Taman Makam Pahlawan Kalibata 2012 lalu.

Pancaran kerinduan dan kasih yang begitu dalam masih terlihat saat BJ. Habibie menyentuh dan mengelus nisan makam Ainun. Kata mesra dan bangga itu kembali muncul melalui deretan puisi yang diciptakannya.


Untuk Ainun

Tepat jam sepuluh pagi lima puluh tahun yang lalu
Dengan ucapan Bismillahirrahmaanirrahiim saya melangkah
Bertemu yang dilahirkan untuk saya dan saya untuk Ainun
Alunan budaya Jawa bernafaskan Islam, menjadikan kita suami isteri
Melalui pasang surut kehidupan, penuh dengan kenangan manis
Membangun Keluarga Sejahtera, Damai dan Tenteram, Keluarga Sakinah

Tepat jam sepuluh pagi limapuluh tahun kemudian di Taman Makam Pahlawan
Setelah membacakan Tahlil bersama mereka yang menyayangimu
Saya panjatkan Do’a untukmu, selalu dalam lindunganNya dan bimbinganNya
Bersyukur pada Allah SWT yang telah melindungi dan mengilhami kita
Mengatasi tantangan badai kehidupan berlayar ke akhirat dalam dimensi apa saja
Sekarang sudah 50 tahun berlalu, selalu menyatu dan tetap menyatu sampai akhirat

Habibie


Bacharuddin Jusuf Habibie
Taman Makam Pahlawan
Kalibata, Jakarta
Jam 10:00, tanggal 12 Mei 2012
--------------------------------------------------------------------------------


Bahkan saat peringatan 1000 hari meninggalnya Ainun Habibie pada 15 Februari 2013, BJ. Habibiekembali menorehkan tulisannya di halaman depan Buku Surat Yasin yang dibagikan... Tulisannya itu berbunyi :

"Titipan Allah bibit cinta Ilahi pada tiap insan kehidupan di mana pun.
Sesuai keinginan, kemampuan, kekuatan dan kehendak-Mu Allah.
Kami siram dengan kasih sayang, cinta, iman, taqwa dan budaya Kami,
Yang murni, suci, sejati, sempurna dan abadi sepanjang masa.
Allah, lindungi kami dari godaan, gangguan mencemari cinta kami.
Perekat kami menyatu, manunggal jiwa, roh, bathin dan nurani kami.
Di mana pun, dalam keadaan apa pun kami tetap tak terpisahkan lagi.
Seribu hari, seribu tahun, seribu juta tahun ........... sampai akhirat !

Bacharuddin Jusuf Habibie

Jakarta, 15 Februari 2013."

0 comments:

Post a Comment